File konfigurasi pada FreeBSD

<!– @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

1.  apmd.conf

fungsi : untuk melakukan konfigurasi pada power setting(untuk laptop) seperti bagaimana jika baterai tinggal 1%, dan sebagainya.

Contoh : apm_battery 99% charging

exec “logger -p user.nottice battery fully charged”

maksudnya saat kondisi battery 99% dan masih di charging maka masukan ke log user sebagai notice bahwa battery telah penuh

2. auth.conf

fungsi : untuk melakukan konfigurasi autentifikasi user, seperti jenis crypt yang akan digunakan.

Contoh : crypt_default = md5 des

maksudnya gunakan hash algoritma md5 untuk menyimpan informasi autentifikasi pada database

3. devd.conf

fungsi : untuk melakukan konfigurasi plugin dan plugout pada hardware

Contoh : untuk mengganti konfigurasi ketika kita mengganti power dari DC ke AC kita bisa membuat kernel untuk membaca filesystem yang sesuai

4. devfs.conf

fungsi : untuk melakukan konfigurasi pada permission dan kepemilikan. Selain itu juga bisa digunakan untuk melink(mount) media penyimpanan pada freeBSD

Contoh : link acd0 cdrom #memount acd ke folder cdrom

perm smb0 0660 # mengganti permission smb0

own speaker root:operator #mengganti kepemilikan device speaker

5. dhclient.conf

fungsi : untuk melakukan konfigurasi pada procedure emndapatkan ip dinamis dari dhcp

Contoh : timeout 20 #mensetting lama toleransi response dari server

retry 5 #mensetting lamanya user harus menunggu setelah mengeksekusi #dhclient dan tidak mendapat response dari server

6. freebsd-update.conf

fungsi : untuk melakukan konfigurasi yang digunakan ketika akan mengupdate freebsd

Contoh : KeepModifiedMetaData yes #mensetting agar setiap perubahan kepemilikan, #flags dan permission pada file dan directory #dipertahankan

7. host.conf

fungsi : untuk melakukan konfigurasi naming static.

8. inetd.conf

fungsi : untuk melakukan konfigurasi socket dan port yang akan digunakan service-service yang dilakukan saat start up(dipanggil menggunkan rc.conf). Misalnya saja untuk service samba menggunakan protokol apa?, port apa?, nama servicenya apa?, ownernya siapa?, dan binary yang digunakan apa?

Contoh : netbios-ssn stream tcp nowait root /usr/local/sbin/smbd smbd

maksudnya gunakan protokol netbios-ssn dengan jenis packeage yang dikirim stream menggunakan tcp protocol sebagai container dan no wait untuk setiap process. Gunakan ada software yang berlokasi di /usr/local/sbin/smbd dengan nama service smbd.

Catatan : untuk melakukan setting nowait atau wait kita harus mengerti jenis protocol container yang akan membawa packet. Disini tcp bisa menggunkan no wait karena tcp memiliki fasilitas yang menjamin sampainya data ke tujuan(penghandle redudancy data dan collision data untuk mencegah hilangnya data). Sedangkan pada protokol udp tidak memiliki kemampuan yang dimiliki tcp oleh karena itu udp harus menunggu agar jalur network kosong untuk mengirim paket datanya.

9. libalias.conf

fungsi : untuk melakukan konfigurasi alias yang akan digunakan oleh tiap software

10. login.conf

fungsi : untuk menentukan session accounting, resources limit, dan user environtment setting

maksudnya file konfigurasi ini akan digunakan untuk mensetting environtment yang akan digunakan setiap kali suatu user login ke mesin. Misalnya penentuan qouta yang diperbolehkan dalam menyimpan file, autentifikasi level yang diperbolehkan, dlsb

11. MAC.conf

menentukan default label elements yang akan digunakan aplikasi policy-agnostic yang mengoperasikan mac label

12. manpath.conf

Fungsi : untuk menentukan alamat manual pages untuk tiap aplikasi yang diinstall di freebsd

Contoh : MANPATH_MAP /bin /usr/share/man

maksudnya untuk tiap binary yang terdaftar di directory /bin maka manual pagesnya bisa ditemukan di /usr/share/man

13 netconfig

Fungsi : menentukan list nama transport menjelaskan semantik dan protocol yang digunakan

Contoh : udp6 tpi_clts v inet6 udp - -

maksudnya nama transport udp6 menggunkan semantic tpi_clts(conectionless transport artinya tidak memperhatikan keselamatan data–>ringkasnya). Selain itu, udp6 juga menggunkan inet6 family(yang sudah mengunakan ip address ipv-6) dan protocol yang digunakan udp.

14. newsyslog.conf

Fungsi : untuk menentukan alamat penyimpanan dari system log files–>bisa berupa message, security, dll

15. nscd.conf

Fungsi : untuk menentukan daemon apa saja yang akan digunakan saat komputer startup

catatan : daemon adalah program yang berjalan di belakang layar yang akan mensupport operating system.

16. nsmb.conf

Fungsi : untuk mengkonfigurasi server samba yang dijalankan di komputer

catata: SAMBA adalah sebuah service client-server yang dapat digunakan untuk menjembatani transaksi data os Windows dengan varian linux dan freeBSD. Samba sendiri menggunakn protocol NETBIOS yang digunakan microsoft untuk transaksi data antar komputer dalam jaringan WINS(klo gak salah namanya itu)

17. rc.conf

Fungsi : untuk menentukan konfigurasi global yang akan di start setiap kali startup freebsd. Misalnya saja nama hostya apa?, konfigurasi ethernet card nya apa? Mau irunning sebagai apa aja, misalnya pake sshd jadi user bisa remote masuk menggunakan protocol ssh

18. sysctl.conf

Fungsi : menentukan konfigurasi global untuk multi-user mode.

19. syslog.conf

Fungsi : menentukan konfigurasi untuk program syslog.

~ oleh ihsanrupiah pada Oktober 25, 2008.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.